Masyarakat yang menemukan Uang Rupiah yang diragukan keasliannya harus melakukan langkah sebagai berikut:

  1. menjaga kondisi fisik Uang Rupiah yang diragukan keasliannya dengan tidak merusak fisik Uang Rupiah yang diragukan keasliannya tersebut seperti merobek, memotong, dan mencoret-coret; dan
  2. menjaga agar Uang Rupiah yang diragukan keasliannya tidak diedarkan kembali.

Kemudian, masyarakat dapat mengajukan permintaan klarifikasi atas uang rupiah yang diragukan keasliannya. Permintaan klarifikasi oleh pihak selain Bank (yakni perseorangan, badan hukum, dan lembaga yang melakukan fungsi penyelidikan dan penyidikan) dilakukan dengan cara:

  1. menyampaikan secara langsung kepada Bank Indonesia surat permintaan klarifikasi yang ditandatangani oleh pihak yang meminta klarifikasi dengan mengacu pada Lampiran III SEBI 18/2016;
  2. menyampaikan fisik Uang Rupiah yang diragukan keasliannya sebagai lampiran dari surat permintaan klarifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka 1;
  3. menandatangani berita acara serah terima fisik Uang Rupiah yang diragukan keasliannya dalam rangkap 2 (dua) dengan mengacu pada Lampiran II SEBI 18/2016; dan
  4. menerima salinan berita acara serah terima fisik Uang Rupiah yang diragukan keasliannya sebagaimana dimaksud dalam angka 3.

Adapun alamat permintaan klarifikasi atas Uang Rupiah yang diragukan keasliannya oleh masyarakat disampaikan kepada:

  1. Departemen Pengelolaan Uang Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Gedung C lantai 7 Jalan M. H. Thamrin No. 2 Jakarta 10350, bagi masyarakat yang berada di wilayah DKI Jakarta, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten/Kota Bekasi, Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Karawang, dan Kota Depok; atau
  2. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri setempat, bagi masyarakat yang berada di luar wilayah sebagaimana dimaksud dalam angka 1, dengan alamat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri mengacu pada website Bank Indonesia.

Jadi masyarakat dapat mengajukan permintaan klarifikasi atas Uang Rupiah yang diragukan keasliannya kepada Bank Indonesia sebagaimana langkah di atas. Dalam hal berdasarkan hasil klarifikasi Uang Rupiah tersebut dinyatakan asli, Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal.

Dalam hal Uang Rupiah yang dinyatakan asli dalam kondisi lusuh, cacat, atau rusak sebagian, besarnya penggantian sesuai dengan ketentuan. Penjelasan tentang penukaran Uang Rupiah yang dalam kondisi lusuh, cacat, atau rusak dapat Anda simak Aturan tentang Penukaran Uang Rusak.

Akan tetapi, dalam hal berdasarkan hasil klarifikasi, Uang Rupiah tersebut dinyatakan tidak asli, Bank Indonesia tidak memberikan penggantian dan Uang Rupiah tidak asli tersebut diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

 

tulisan/artikel ini diambil dari sumber hukumonline.com

Leave a Reply