Pada hari minggu 29 April 2018, pukul 14.36 Wib bertempat di Desa Tirtomulyo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Telah terjadi penangkapan terhadap salah satu aktivis mahasiswa dari Halmahera Utara yang berstudi di Yogyakarta atas Nama Novet Charles Akollo, oleh gabungan personil dari Polres Halmhaera Utara dan Polsek Kretek. Penangkapan ini terkait dengan dugaan kasus PENGHINAAN TERHADAP PEJABAT PUBLIK pasal 207 dengan korban Bupati Kabupaten Halmahera Utara. Kasus ini terjadi pada malam natal 25 Desember 2017 bertempat di Buale (Kediaman Bupati). Saat itu pelaku datang ke kediaman hendak mau melaporkan peristiwa kecelakaan laut/tenggelam saat pulang ke pulau Kumo, namun kedatangan pelaku berbuntut kericuhan akibat terkena pukul oleh salah seseorang petugas keamanaan. Akibat kejadian tersebut pelaku sempat ditahan selama 7 hari di tahanan Polres Halmahera Utara. Upaya penyelesaian lewat jalur kekeluargaan telah ditempuh oleh keluarga dan pada akhirnya dibebaskan pada tanggal 31 Desember 2017. Namun pada tanggal 3 Januari 2018 pelaku ditetapkan sebagai tersangka tetapi kenakan wajib lapor. Berdasarkan izin Bupati karena awalnya telah dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan pelaku dibolehkan untuk kembali menlanjutkan studi ke Yogyakarta, sebab saat ini telah berada disemester akhir. Namun, pada bulan Februari tulisannya tentang GENERASI AMNESIA BUDAYA terbit di salah satu media online lokal dan postingan mengenai Budaya di Facebook tentang meninggalnya orang Tobelo di Belanda mendapatkan respon kurang bagus, sehingga bupati kemudian marah-marah. Kemarahannya tersebut disampaikan kepada salah satu keluarga pelaku yang selanjutnya disampaikan ke pelaku, bahwa masalah di kediaman pada bulan desember akan tetap dilanjutkan. Padahal kritikan yang disampaikan merupakan hal wajar sebagai mahasiswa yang mempunyai fungsi kontrol dan lain sebagainya. Kritikan ini seharusnya dimaknai sebagai bahan evaluasi agar pemerintah daerah bisa melakukan pembenahan mengenai kebudayaan Halmahera Utara yang saat ini mengalami degradasi demi anak cucu Hibualamo. Akibat penangkapan tersebut kuliahnya yang saat sekarang telah berada di tahap akhir berantakan. Kini pelaku telah kembali ke Halmahera Utara untuk menyelesaikan kasus yang menjeratnya dan berharap ada penyelesaian supaya bisa kembali melanjutkan studi. Mari berikan dukungan agar NOVET CHARLES AKOLLO secepatnya di bebaskan dan MENOLAK KRIMINALISASI AKTIVIS. Terkait kasus yang dialami Novet, maka dengan ini Hasrul Buamona selaku Direktur LPBH NU Kota Yogyakarta bersedia memberi pendampingan hukum #SaveNovet

Leave a Reply