Oleh :
Kamil Zul Akbar Buamona
(Alumnus FISIPOL Universitas Bung Karno Jakarta dan Aktivis HMI)

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pendidikan politik sangatlah penting karena pada dasarnya Tujuan pendidikan politik yakni membangun pengetahuan politik masyarakat,membangun karakter masyarakat atau warga negara, seperti bersikap kritis, terbuka, jujur dan rasional, serta membangun kecakapan masyarakat. Melalui pendidikan politik, masyarakat diperkenalkan mengenai hak dan kewajibannya dalam kehidupan.
Hingga saat ini masih banyak masyarakat beranggapan bahwa sistem politik itu bukan urusan mereka melainkan urusan pemerintah, saat ini masyarakat masih ada yang dibodoh-bodohi atau di berikan janji manis dalam pilkada dan pemilu. Namun realitanya atau penerapannya tidak sesuai dengan yang telah di janjikan, sehingga sampai saat ini masyarakat menjadi korban kebijakan dari politik itu sendiri.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan modern, kita dituntun untuk dinamis terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Salah satunya adalah proses pemilu yang dari tahun 2004 dilakukan secara demokratis. Namun yang menjadi permasalahan yang menghambat kematangan proses demokrasi tersebut, kesadaran politik masyarakat.
Proses pemilihan yang demokratis ini rakyat berperan aktif dalam menentukan figur pilihannya, namun yang terjadi di lapangan adalah tindakan masyarakat yang cenderung apatis. Ini terbukti dari banyaknya “golput” di beberapa pemilihan kepala daerah yang baru-baru ini dilaksanakan. Dari tahun ke tahun survey yang dilakukan oleh beberapa lembaga hasilnya amat mencengangkan, “golput” terus meningkat seiring proses demokrasi yang mengarah kepada kematangan.
Tentunya banyak faktor yang menyebabkan masyarakat antipati dan apatis terhadap dunia perpolitikan, salah satunya adalah banyak politisi yang tersandung kasus korupsi. Rakyat seakan jengah dengan apa yang terjadi saat ini. Yang mereka tahu adalah para petinggi memperjuangakan nasib mereka. Namun apa yang terjadi merupakan kebalikannya, sehingga keengganan untuk menentukan figur yang akan memperjuangakan nasib mereka pun urung dilakukan.
Selain faktor pandangan masyarakat yang demikian, penulis menangkap bahwa pendidikan politik di negeri kita ini memang belum bisa mengimbangi keinginan agar demokrasi kita matang. Pendidikan politik bukan soal memberikan ceramah tentang teori politik ke khalayak, tentu saja tidak semua orang dapat mengaksesnya dengan cara yang demikian. Pendidikan politik menurut penulis yang efektif adalah teladan di dalam dunia politik. Di sinilah para petinggi memberikan contoh tindakan-tindakan teladan yang dapat masyarakat tiru dan contoh. Masyarakat akan sadar betul bahwa memang seperti inilah caranya berpolitik.
Mencegah hal-hal yang tidak di inginkan kembali terulang, hendaknya Partai Politik di berbagai provinsi dan kabupaten/kota di indonesia, memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dalam segala kalangan usia di wujudkan dalam kegiatan yang nyata. Bukan hanya sekedar tertera pada UU partai politik ataupun program kerja diatas kertas tanpa realisasi bagi partai politik.
Pengembangan pendidikan politik pada masyarakat sebagai bagian pendidikan politik pada masyarakat untuk meningkatkan dan memantapkan kesadaran politik dan kenegaraan guna melestariak pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar budaya politik bangsa. Konsep dari pendidikan politik merupakan proses kehidupan kehidupan politik yang sedang dilakukan dewasa ini dalam rangka usaha menciptakan sistem politik yang demokratis stabil, efektif, dan efisien.

Pendidikan politik sangat penting karna berfungsi untuk memberikan isi dan arah serta pengertian kepada proses nilali-nilai yang sedang berlangsung. Filosofi pendidikan ,belajar merupakan sebuah proses panjang seumur hidup artinya pendidikan politik perlu di realisasi agar masyarakat dapat terus meningkatkan pemahamannya terhadap dunia politik yang seiring berjalan waktu selalu mengalami perkembangan.
Pendidik politik sejak dini sangatlah penting dan menjadi titik vital dalam mendukung perbaikan sistem politik di daerah maupun di Indonesia.

Leave a Reply