Iksan Ahmad Buamona

(Direktul Yayasan LBH Rakyat Kepulauan Sula)

Entah disebut gagasan atau pandangan bahkan barangkali ada yang menyebut opini kosong. Bagaimanapun penyebutannya dan dalam bentuk apapun latar belakang pandangan politiknya Gagasan Pamanatol serta Praktik Pamanatol harus tetap di suarakan. Digencarkan pembicaraannya di rapat-rapat keluarga, dibucarakan di Tempat-tempat santai anak muda, di warung-warung kopi, bahkan di dalam rapat parlemen dan lintas SKPD dan rapat Pimpinan Eksekutif dan Legislatif dalam hal membicarakan kondisi negeri secara utuh dan akan di bawa kemana negeri ini dalam menggapai kejayaan dalam semua aspek.

Praktis, pandangan Politik yang berasaskan ide, gagasan, serta Praktik “Pamanatol” hampir tak kita temukan didalam wacana dan praktek Politik Kekuasaan Keseharian kita dalam musim politik di Sula ini. Praktek politik begitu kosong melompong tanpa nilai. Hampir tak ada sititik nilai sekecil program partai secara regional tak kita ketahui dari mulut pelaku politik praktis yang mendekatkan diri dengan parah Tua-tua adat (yang punya pengetahuan adat), Tua-tua Agama dan Pemuda-pemuda kampung yang mulai menarik dirinya dari kebiasaan berkebun ke arena praktis sebagai musim dan moment panen duit di ladang yang berbeda.

Lalu Mari Katong Kembali pada Saat Perjalanan Negeri ini di Mulai….!!!

Sejarah Konflik Perebutan Kekuasaan di Negeri ini telah membuktikan, banyaknya konflik yang berawal dari keinginan sesorang kemudian mendorong beberapa orang, kelompok, etnis dan suku untuk terlibat didalamnya secara buta. Kenyataan itu sudah betul-betul terlihat dan terbaca dengan sangat telanjang dan gamblang di muka kita. Dari tahun ke tahun, moment ke moment perjalanan perebutan kekuasaan di negeri ini selalu dekat dengan konflik. Namun sialnya konflik tersebut adalah konflik yang berawal dari kepentingan perorangan, Hanya kepentingan seseorang dan kepentingan Kelompok kecilnya, bukan kepentungan Umum, Bukan kepentingan Kultur apalagi Kepentingan orang Sula, dalam pengertian Sula secara kokektif…!!!

Lihatlah beberapa kejadian beruntun dalam beberapa tahun terakhir, diantaranya kejadian yang bermula di tahun 2003 yang berlanjut hingga 2005, 2009, 2012, 2013, 2014, 2015, dan paling baru di tahun 2017 lalu kemudian di tahun 2018 ini kita akan melihatnya lagi diantara bulan Juni dan Juli ini hingga seterusnya adalah kejadian-kejadian haus kuasa yang mengilfiltrasi dirinya dalam bentuk politik praktis, membungkus kemauan tersebut atas nama kepentingan umum namun praktisnya adalah kepentingan Individu dan Kelompok tertentu.

Sekali lagi katong masih bacarita kepentingan Seseorang dan kepentingan kelompok kecilnya, bukan kepentingan Umum. Apalagi Kepentingan Sula. Katong belum bicara barang itu.

Beta belum melihat orang melibatkan kepentingan itu di dalam forum-forum resmi nan besar dan panggung-panggung politik besar padahal disana dorang bertemu dengan saudara-saudara sedarah dari tanah juang sendiri. Bukan orang-orang aneh yg datang mengemis untuk di beri uang dan janji akan diselamatkan. (Seng percaya??. Silahkan datang di forum dan panggung yg beta maksud lalu perhatikan)

Lalu beta kase bersambung tulisan ini. Pembahasan praktik Pamanatolnya belum masuk karena baru sadiki ini sa me so banya yang malas baca sementara di sula masalah begitu banyak masalah. Dan anak muda masih anggap seng ada masalah apa-apa. Kalopun ada yang bilang ada masalah dia harus selalu di waspadai

Maka akan di sambung lagi nanti…!!!

Leave a Reply